To Live is to Give: A Reflection on Lausanne’s YLG2016

To live is to give. To max out your living, max out your giving. The Lausanne Movement’s Younger Leaders Gathering 2016 is one condensed and very intense experience for me to experience and live out this maxim. I was recruited 8 days before YLG2016 began to be involved as a volunteer. My task? To get… Read More To Live is to Give: A Reflection on Lausanne’s YLG2016

Doktrin Buat Apa?

Tidak ada doktrin yang kekal. Setiap doktrin memiliki permulaan. Ada satu masa ketika doktrin itu belum dilahirkan dan orang tak ambil pusing soal itu. Sejumlah ajaran yang dominan pada satu masa kemudian akan terbukti salah dan lantas tersingkir, sedangkan sejumlah ajaran lainnya disadari memerlukan pembaruan dan lantas direvisi agar tetap relevan sebagai sebuah doktrin.

City Light Church Jakarta

Saya kira setidaknya sudah setahun berlalu sejak saya pertama kali mendengar tentang @CLC_Jakarta dari @hendragmulia dan @andreoct. Kami tengah bercengkerama di SAAT Ministry Center tentang relevansi kehadiran gereja-gereja injili untuk Indonesia dan sejumlah isu lainnya ketika @hendragmulia menyebutkan nama gereja ini. “Yang diriin tuh anak-anak STTRII,” begitu kira-kira katanya, “tapi gayanya kontemporer. Lu kebayang ga… Read More City Light Church Jakarta

Janji Jabatan Penatua yang Mustahil Dipenuhi

Setiap 3 tahun semua jemaat anggota Sinode Gereja Kristus (GK) mengganti seluruh jajaran pengelolanya: Majelis Sinode, Majelis Jemaat, hingga para badan pengurus (BP) yang membantu Majelis Jemaat menjalankan tugasnya sehari-hari. Majelis Jemaat yang terdiri dari penatua, penatua khusus, dan pendeta adalah pemimpin di masing-masing lokasi Gereja Kristus (Tata Dasar, Pasal 7 & 8). Inilah sekelompok… Read More Janji Jabatan Penatua yang Mustahil Dipenuhi

Gereja Adalah Orangnya …

Sebuah lagu sekolah Minggu yang sederhana: “Aku gereja. Kau pun gereja. Kita sama-sama gereja …. Gereja bukanlah gedungnya, dan bukan pula menaranya. Bukalah pintunya, lihat di dalamnya: gereja adalah orangnya.” Dalam kesederhanaannya, lagu ini mengingatkan saya kembali tentang makna bergereja setelah belasan tahun tenggelam dalam berbagai kesibukan administratif dan organisatoris di gereja.