Belajar Bahasa Mandarin di Beijing


Saat ini saya tengah belajar bahasa Mandarin di Universitas Tsinghua di Beijing, salah satu universitas terbaik di Tiongkok dan juga – setidaknya dari pengalaman saya – tempat terbaik untuk belajar bahasa Mandarin di Beijing. Sejak memutuskan untuk belajar bahasa Mandarin di Tiongkok hingga diterima di Tsinghua, saya hanya membutuhkan waktu sekitar 3 bulan dengan proses yang sederhana – tanpa bisa bahasa Mandarin, saya bahkan bisa mengurus semuanya sendiri. Di sini saya akan bagikan proses yang saya lakukan.

Waktu saya memutuskan pergi ke Tiongkok untuk belajar bahasa Mandarin, langkah pertama yang saya lakukan adalah berkonsultasi ke Google. Saya mencari tempat-tempat studi bahasa di mana saja di Tiongkok. Setelah mendapatkan beberapa situs yang saya kira baik, saya membanding-bandingkan program mereka. Dari situ saya mempersempit ke beberapa tempat kursus yang saya anggap paling baik dan paling menarik di beberapa kota yang berbeda.

Langkah kedua, saya mengirimkan email kepada masing-masing tempat kursus ini dan saya bertanya lebih jauh tentang banyak hal, mulai dari kurikulum, pengalaman belajar, urusan visa, akomodasi, hingga biaya hidup dan pengalaman hidup selama rencana studi saya.

Langkah ketiga, saya membawa hasil studi banding saya kepada orang-orang yang saya kenal yang pernah belajar di Tiongkok atau setidaknya tahu kondisi di sana. Dari sini saya akhirnya membelokkan rencana hingga saya mempersempit pilihan saya hanya kepada universitas-universitas negeri dan hanya di Beijing. Saya lalu kembali kepada Google dan mencari tahu tentang universitas-universitas mana yang memiliki reputasi baik dan tidak punya terlalu banyak mahasiswa Indonesia. Buat saya, faktor terakhir ini penting kalau mau mengefektifkan masa belajar. Walaupun tentu saya juga bergaul dengan teman-teman dari Indonesia, tetapi terlalu banyak bergaul di antara komunitas Indonesia saja juga akan menghambat kemajuan dalam belajar.

Hasil pencarian saya membuahkan beberapa universitas negeri di Beijing. Pada ronde kedua ini saya kembali mempersempit pilihan dengan:

  • Pertama, mengeksplorasi secara mendalam informasi yang disediakan di situs universitas-universitas ini. Saya mencari universitas-universitas yang situsnya bersahabat dan menyediakan informasi secara memadai untuk calon pelajar. Ini adalah satu indikator penting tentang seberapa serius dan bersahabat mereka ingin mencari mahasiswa.
  • Kedua, saya mengirimkan email kepada perwakilan masing-masing universitas dengan sejumlah pertanyaan komprehensif yang belum saya dapatkan infonya dari situs mereka. Ini termasuk pertanyaan yang spesifik tentang tanggal-tanggal penting terkait pendaftaran dan studi, biaya-biaya, akomodasi, visa, dan pengalaman studi.
  • Ketiga, saya mempersempit pilihan saya hanya kepada universitas-universitas yang responsif, tanggap dalam memberi jawaban, dan jawabannya memuaskan. Dari situ saya membandingkan biaya-biaya dan akomodasi.
  • Keempat, dalam membandingkan biaya-biaya, salah satu faktor penting buat saya adalah akomodasi di dalam kampus. Saya tidak mau merepotkan diri tinggal di luar kampus. Bukan saja biayanya akan jauh lebih mahal, tetapi setiap hari harus bolak-balik menempuh jarak yang pastinya lebih jauh akan menguras energi, waktu, dan biaya. Ini tidak ideal buat kondisi studi. Maka saya lalu mempersempit pilihan pada universitas yang biayanya kompetitif: bukan cuma biaya studi, tetapi biaya studi + akomodasi.

Waktu saya membandingkan Tsinghua dengan beberapa universitas lainnya, walaupun di satu sisi biaya studinya cukup mahal, tetapi waktu faktor akomodasi ditambahkan, ternyata hasilnya jadi kompetitif. Ini salah satu faktor Tsinghua sampai pada “babak final” dalam pemilihan tempat saya belajar bahasa Mandarin.

Anda bisa membayangkan, seluruh proses di atas sebenarnya hanya membutuhkan waktu 1-2 minggu saja dan sebagian besar di antaranya tergantung pada berapa cepat pihak-pihak yang saya kirimi email membalas email saya. Cukup sederhana, bukan?

Saya pernah menceritakan pengalaman saya mengajukan aplikasi visa studi di Tiongkok di sini. Prosesnya sangat sederhana dan luar biasa efisien. Saya tidak bisa membayangkan proses pengajuan visa yang lebih sederhana dan efisien daripada visa Tiongkok. Sama sekali tidak repot!

Lantas, bagaimana pengalaman saya belajar bahasa Mandarin di Tsinghua? Buat saya, ini adalah salah satu pengalaman belajar terbaik yang pernah saya alami. Bahkan teman-teman sekelas saya yang lulus dari universitas-universitas top di London dan Sydney mengatakan kelas kami di Tsinghua adalah pengalaman belajar terbaik mereka! Pada kesempatan lain saya akan membagikan pengalaman belajar yang luar biasa ini. Sementara itu, kalau Anda ingin datang dan belajar bahasa Mandarin di Beijing, saya harap saya sudah berhasil meyakinkan Anda bahwa prosesnya cukup sederhana, Anda bahkan tidak perlu menggunakan agen sama sekali – dan dengan begitu mungkin Anda bisa menghemat belasan juta rupiah!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s