Tahun Sabat


Sejak akhir tahun 2011, saya tidak memenuhi undangan berkhotbah maupun menulis artikel renungan. Waktu sekitar setahun ini saya gunakan untuk memikirkan ulang berbagai konsep pelayanan dan mengkristalkan pokok-pokok teologi saya. Kini, di penghujung tahun 2012, saya mulai memanen buah yang manis dari tahun sabat ini.

Kisah ini berawal pada awal tahun 2011. Saya mulai merasa menerima terlalu banyak undangan berkhotbah dan permintaan menulis artikel renungan. Rasanya upaya dan keseriusan yang saya tuangkan ke dalam khotbah dan renungan itu tak lagi semaksimal semula. Hingga akhirnya pada bulan Agustus 2011 saya berpapasan dengan seorang bapak yang mengenali saya karena pernah berkhotbah di gerejanya, sementara saya sendiri hanya ingat bahwa kami pernah berjumpa tanpa ingat kapan, di mana, dan dalam konteks apa.

Singkat cerita, pembicaraan kami tiba pada satu pertanyaan yang diajukan oleh bapak itu, “Kapan khotbah di gereja saya lagi, Pak?” Saya pun menyahuti, “Ya, itu kan tergantung undangan dari majelis.” Ia menanggapi, “Sudah lama, Pak ….” Dengan basa-basi saya mengatakan, “Iya ya, sudah berapa lama ya?” Tanggapan yang keluar dari mulutnya kemudian sungguh di luar dugaan saya. Ia mengatakan, “Terakhir Bapak khotbah waktu minggu adven (!), khotbahnya tentang Yohanes …” dan seterusnya, ia pun memaparkan isi dan poin-poin khotbah saya. Saya cukup terkejut dengan apa yang ia sampaikan. Dalam hati, saya mengatakan, “Tuhan, ampuni saya, rasanya persiapan saya begitu asal-asalan, saya memandang ringan pelayanan ini …. Sementara, khotbah saya begitu menempel dalam ingatan Bapak ini.” Hari itu saya mulai memikirkan, apakah perlu saya mengambil waktu sejenak untuk istirahat dari rutinitas pelayanan dan memikirkan ulang totalitas komitmen dan panggilan saya. Tetapi, saya tetap menerima setiap undangan berkhotbah dan menulis renungan.

Sampai hal itu terjadi kedua kalinya. Kali ini dengan seorang Oma. Pada bulan September 2011, untuk pertama kalinya saya berkhotbah kembali di gerejanya setelah khotbah sebelumnya pada tahun 2010. Saat ibadah selesai, kami bersalaman dan lalu bercakap-cakap. Dalam percakapan, ia menyinggung khotbah saya yang terakhir kali saya bawakan. Ini peristiwa yang lebih mengejutkan lagi! Bagaikan ditempeleng, saya merasa sangat tertegur dengan persiapan saya yang rasanya tak maksimal. Setidaknya, dua orang yang saya jumpai ini lebih siap mendengarkan khotbah daripada saya yang menyampaikannya.

Pada saat itu, saya merasa berkhotbah itu bagaikan duduk di takhta Herodes (Kis. 12:22-23). Bagaimana kalau sewaktu-waktu saya salah ucap, atau sikap hati saya salah, lalu Tuhan tidak berkenan dengan ucapan dan sikap hati saya? Betapa mengerikannya! Maka, saya pun memutuskan untuk mengambil waktu, mundur dari sejumlah kesibukan pelayanan, dan tidak berkhotbah maupun menulis renungan dulu, setidaknya hingga akhir tahun 2012.

Dalam waktu kira-kira setahun ini saya menemukan bahwa keputusan itu adalah keputusan yang tepat. Dengan 10-15 jam yang perlu saya alokasikan untuk persiapan masing-masing naskah khotbah, tiadanya undangan berkhotbah yang harus saya penuhi menyediakan waktu yang sangat banyak yang bisa saya gunakan untuk kembali menenggelamkan diri dalam studi, doa, dan bergumul secara intim dengan Tuhan. Singkatnya, untuk membenahi kembali seluruh tatanan spiritualitas saya.

Tahun ini adalah tahun yang kaya dan penuh petualangan rohani. Saya bersyukur atas semua yang boleh terjadi dengan setiap bukit dan lembahnya. Terlebih lagi, atas orang-orang yang Tuhan kirimkan untuk hadir dalam hidup saya melalui setiap langkah dalam petualangan ini. Kini, saatnya menatap ke depan dan menanti petualangan-petualangan baru yang akan Tuhan sediakan dalam tahun 2013.

Puji Tuhan atas tahun sabat ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s