Kamis


Beberapa minggu terakhir, hari Kamis selalu mengejutkan saya. “Kamis? Sudah Kamis lagi?” Entah bagaimana, waktu terasa berlalu begitu cepat. Satu sensasi yang menyegarkan dan sudah lama sekali tidak saya rasakan.

Menariknya, nampaknya saya tidak sendirian merasakan hal ini. Beberapa orang di sekitar saya juga mengatakan hal yang sama. Dalam minggu ini, setidaknya ada dua orang rekan yang menceritakan perasaan yang sama yang mereka alami: bagaimana minggu demi minggu berlalu begitu cepat dan waktu terasa menguap.

Apa yang terjadi? Nampaknya, aktivitas-aktivitas yang saya (dan rekan-rekan yang saya sebut di atas) tekuni belakangan ini memang menguras banyak tenaga, pikiran, dan … waktu tentunya. Begitu intensnya aktivitas-aktivitas ini sehingga semua sumber daya yang ada nampaknya terpakai begitu saja dan habis – termasuk waktu, di antaranya. Ini sesuatu yang baik dan menarik bagi saya. Saya pikir saya adalah orang yang cukup baik dalam mengelola waktu dan ritme hidup saya. Namun, semua itu menjadi tak berarti ketika waktu saya tersedia berlimpah-limpah dan tak pernah habis. Hanya ketika kita memiliki sumber daya yang terbatas, maka kita butuh mengelola sumber daya itu, bukan?

Ketika kita punya uang dalam jumlah tak terbatas, maka tak ada gunanya keahlian mengelola keuangan dengan baik. Hanya ketika kita memiliki cita-cita dan rencana yang besar yang melampaui jumlah uang yang kita miliki, maka keahlian mengelola keuangan akan menjadi berguna. Begitu pula dengan sumber daya lainnya dalam hidup, termasuk waktu di dalamnya. Hanya ketika cita-cita dan rencana kita membutuhkan lebih banyak sumber daya daripada yang sudah ada pada kita, maka keahlian kita dalam mengelolanya akan terasah dan bertumbuh.

Saya bersyukur bahwa kini sekali lagi saya memiliki kesempatan untuk memaksimalkan penggunaan banyak sumber daya dalam hidup untuk tujuan yang lebih besar daripada ketersediaan sumber daya itu. Dengan demikian, hidup jadi lebih menantang, bukan? Dengan demikian, keahlian pun jadi terasah dan bertumbuh.

Perjalanan dari Kamis ke Kamis beberapa minggu belakangan ini adalah perjalanan yang penuh warna dan kejutan – kejutan-kejutan yang menyenangkan dan menyegarkan. Namun, memang terkadang dibutuhkan keberanian untuk melangkah keluar dari zona buaian ke zona asahan dan pertumbuhan.

Sumber daya yang kita miliki dalam hidup pasti terbatas. Namun, kita bisa memilih untuk membuat keterbatasan itu menjadi garis akhir dari horizon kita dan hidup dengan mimpi-mimpi dan cita-cita bonsai atau membuat keterbatasan itu menjadi pijakan awal untuk kita langkahi. Antara sumber daya yang ada pada kita dan sumber daya yang kita butuhkan untuk menggapai cita-cita dan mewujudnyatakan rencana-rencana kita, kita punya pilihan: memanjakan diri dengan hidup dalam zona buaian atau terus mengasah diri dan bertumbuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s