“Semua” atau “Seluruh”?


Klausa mana yang benar: “semua negara di seluruh dunia” atau “seluruh negara di semua dunia”? Dari rasa-rasa Anda saja, saya pikir kemungkinan besar Anda akan memilih klausa yang pertama. Penggunaan “semua” dan “seluruh” semakin jamak disamakan, seolah-olah keduanya bisa ditukar-tukar dan dibolak-balik sesuka hati. Tidak demikian.

“Semua” digunakan untuk menunjukkan totalitas yang jumlahnya lebih dari satu. Dalam contoh di atas, karena ada banyak negara di dunia, maka totalitas dari negara-negara itu dirujuk dengan “semua negara”. “Seluruh” digunakan untuk menunjukkan totalitas yang jumlahnya satu. Kembali merujuk kepada contoh di atas, karena hanya ada satu dunia, maka totalitas dari dunia yang satu itu dirujuk dengan “seluruh dunia”.

Apakah untuk benda yang sama kita bisa menggunakan “semua” maupun “seluruh”? Bisa saja. Tergantung konteksnya. Dua kalimat berikut sama-sama benar: (1) “Semua PNS di seluruh propinsi ini datang ke stadion untuk menghadiri upacara.” (2) “Semua propinsi di seluruh Indonesia wajib menyerahkan APBD-nya kepada pemerintah pusat selambat-lambatnya akhir bulan ini.”

Pada contoh pertama, kita menggunakan frase “seluruh propinsi” karena totalitas yang hendak dirujuk adalah totalitas di dalam satu propinsi. Pada contoh kedua, kita menggunakan frase “semua propinsi” karena totalitas yang hendak dirujuk adalah totalitas banyak propinsi yang membentuk satu negara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s