Membuat Anak Suka Membaca (2)


Ada dua faktor yang saya pikir membuat saya sangat suka membaca: (1) ketersediaan sumber bacaan dalam jumlah luar biasa banyak dan (2) lingkungan yang memberikan contoh ada kenikmatan di dalam membaca. Keduanya saling mendukung. Melanjutkan tulisan sebelumnya, dalam tulisan ini saya akan memaparkan faktor kedua. Lingkungan yang bagaimana yang membuat saya sejak masa kecil berpikir bahwa ada kenikmatan di dalam membaca?

Keluarga kami adalah keluarga yang biasa bangun pagi. Oma maupun Mama sudah bangun tidur selambat-lambatnya pkl. 04.00. Seringkali, Oma bahkan sudah bangun dari tidurnya dan beraktivitas sejak pkl. 03.00. Mereka menyiapkan keperluan hari itu, lalu bersaat teduh. Saat saya bangun, entah pkl. 06.00 atau 05.00 atau 04.00, dua pemandangan yang pasti saya lihat adalah mereka berdua sedang bersaat teduh di spot mereka masing-masing (atau, dengan kata lain, tempat yang sudah “pe-we” buat mereka masing-masing). Ada satu tempat di mana Mama selalu duduk di pagi hari dan membaca Alkitabnya. Ada tempat lain di mana Oma juga duduk dan membaca Alkitabnya. Pemandangan pertama saya pada suatu hari itu biasanya adalah mereka berdua yang tengah membaca Alkitab.

Agak siang sedikit, saya akan menjumpai Opa membaca koran (ia biasanya bersaat teduh di kamarnya, jadi jarang terlihat oleh saya). Dan koran yang ia baca tidak sedikit. Saat ini, misalnya, berikut adalah koran harian yang ada di rumah saya setiap hari: Kompas, Kontan, Tempo, Media Indonesia, Warta Kota. Belum lagi tabloid, majalah, dan terbitan mingguan/bulanan lainnya.

Ketika saya pulang sekolah di siang hari, biasanya saya akan melihat Oma sedang membaca koran. Hari ini, walaupun saya tidak lagi melihat Oma membaca koran karena saya pergi di pagi hari dan pulang di malam hari, saya masih mengikuti kebiasaan membacanya karena ia semakin sering menanyakan istilah-istilah yang kian “aneh” yang kian banyak dijumpainya di koran-koran, seperti “De, apa sih ‘harajuku’?”, atau “Apa sih ‘reshuffle’?”

Satu hal menarik yang saya jumpai di antara orang-orang yang lanjut usia di keluarga besar saya, ketika waktu yang mereka miliki semakin luang, ternyata mereka meluangkan semakin banyak waktu untuk membaca. Seringkali mereka menggunakan lebih dari satu buku pedoman saat teduh. Jadi, misalnya, mereka menggunakan Santapan Harian, Renungan Harian, dan Saat Teduh untuk dibaca pada jam-jam yang berbeda dalam satu hari. Membaca buku-buku mungkin sudah terlalu berat untuk mereka, tetapi bersaat teduh beberapa kali sehari dengan buku pedoman yang berbeda nampaknya justru membawa kenikmatan tersendiri.

Hingga di sore hari, ketika semua anggota keluarga sudah berkumpul kembali dan sudah segar setelah mandi, satu ajakan yang singkat yang diucapkan salah satu dari antara kami adalah, “Baca, yuk.” Yang dimaksud adalah kegiatan bersama-sama membaca Alkitab: berdoa, menyanyi, membaca Alkitab, membaca satu buku pedoman saat teduh, lalu berdoa lagi. Acara yang dengan singkat disebut “membaca” itu lalu dilanjutkan dengan makan malam.

Apa hubungannya antara faktor pertama, sumber bacaan dalam jumlah luar biasa banyak, dengan faktor kedua ini? Saya pikir tak ada hubungan yang langsung dan disengaja di luar diri saya. Orang-orang di sekitar saya adalah orang-orang yang suka membaca. Sumber-sumber bacaan disediakan dalam jumlah besar. Yang satu menyediakan contoh dan inspirasi, yang lainnya menyediakan bahan untuk saya olah sendiri. Jadilah apa adanya saya sekarang.

Jadi, kalau ada orang tua di era Google dan Wikipedia ini bertanya kepada saya bagaimana membuat anak mereka suka membaca, saya pikir faktor pertama sangat mudah tertangani karena sumber-sumber bacaan yang luar biasa banyak sudah tersedia dan buku-buku bacaan anak pun juga tersedia dalam jumlah yang sangat berlimpah dengan harga yang relatif terjangkau. Faktor yang penting sekali untuk secara sengaja dan berkesinambungan dipasok oleh orang tua adalah faktor kedua: contoh. Tunjukkan kepada anak Anda bahwa membaca itu menarik. Tunjukkan kepadanya bahwa Anda dengan tulus menikmati kegiatan itu. Kalau dia melihat Anda menikmati kegiatan itu, tidakkah Anda akan memicu rasa ingin tahu dalam dirinya, juga keinginan untuk meniru dan terlibat dalam apa yang Anda lakukan? Anda bahkan tidak perlu menyuruhnya membaca, ia akan dengan senang hati mencemplungkan diri ke dalam kebiasaan Anda itu.

Tak ada yang mengiming-imingi apa pun kepada saya tentang apa yang bisa saya temui di buku-buku yang berat dan majalah-majalah berbahasa asing itu. Yang ditunjukkan kepada saya semata-mata adalah kenikmatan mereka membaca, walaupun kenyataannya yang mereka baca adalah bahan-bahan yang sangat sederhana dan mungkin kita bisa katakan “dasar” sekali: Alkitab, buku pedoman saat teduh, koran, majalah. Tetapi, kebiasaan dan kesan kenikmatan dalam kegiatan itulah yang saya amati dan saya terapkan kepada materi-materi bacaan melampaui apa yang terpikirkan oleh mereka. Hari demi hari, bulan berganti tahun, terbentuklah kebiasaan itu dan satu-satunya yang perlu mereka minta dari saya adalah untuk berhenti membaca supaya minus kacamata saya tidak bertambah lagi.

2 thoughts on “Membuat Anak Suka Membaca (2)

  1. Wah …. keren nih, betul kadang orangtua adalah contoh dan sumber pengadaan buku-buku itu, tapi karena sekarang ini era digital sudah sangat merambah ke mana-mana, bahkan orangtua sendiri pun lupa untuk menjadikan contoh membaca sebagai suatu kegiatan sehari-hari, susah sepertinya untuk membangun sebuah kebiasan untuk rajin membaca. Contohnya akibat era digital yang begitu besar alkitab (yg dicetak) mulai ditinggalkan orang beralih ke alkitab elektronik, nah buruknya pagi-pagi bukannya bersaat teduh dengan alkitab elektronik tetapi jadinya malah buka email, bbm dan lain2 hahaha …… di lingkungan saya pribadi jujur hanya saya yang hobby baca, yg lainnya lebih suka untuk melakukan kegiatan lainnya. Well …. sepertinya semua berpulang kepada keputusan diri kita sendiri apakah ingin menjadi contoh yang baik bagi anggota keluarga yg lain??? atau membiarkan generasi bangsa ini semakin terpuruk karena banyak anak-anak yang tidak suka baca.
    Have a nice day …. God bless you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s