Sanctuary of the Soul, karya Richard J. Foster


Bagaimana hubungan Anda dengan Allah? Apakah masih ada quality time di antara Anda berdua? The medium is the message, kata Marshall McLuhan. Media dan air bah informasi yang mengungkung kita 24 jam sehari, 7 hari seminggu bisa kita bendung untuk kebaikan kita atau bisa kita biarkan membanjiri kita.

“Kedangkalan adalah kutukan zaman ini,” kata Richard J. Foster dalam buku klasiknya The Celebration of Discipline: The Path to Spiritual Growth. Dalam bukunya yang baru, Sanctuary of the Soul: Journey into Meditative Prayer, ia mengangkat tema doa meditatif. Pertanyaan yang ia sodorkan kepada kita adalah: “Seberapa berkualitas hubungan kita dengan Allah?”

Seluruh buku Sanctuary of the Soul bicara tentang doa meditasi. Dibagi ke dalam 3 bagian, Foster mulai dengan meletakkan dasar-dasar doa meditasi. Bagian kedua diisi dengan langkah-langkah melakukan doa meditasi. Terakhir, bagian ketiga memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi saat kita mencoba melakukan doa meditasi. Masing-masing bagian dibagi ke dalam tiga bab dan diakhiri dengan bab mini berisi pengalaman pribadi penulis dalam konteks bagian tersebut.

Foster memaparkan pemikirannya dengan cara yang sederhana sehingga mudah dipahami, walau tidak berarti mudah dijalani. Ada dua tantangan besar bagi doa meditasi yang kristiani.

Pertama, “meditasi” telah menjadi kata (dan kegiatan!) yang pasaran. Banyak di antaranya tidak kristiani sampai-sampai Foster mengingatkan kita agar tidak mencari bahan-bahan “meditasi” di Google karena bisa dipastikan kebanyakan bahan yang disodorkan Google tidak sejalan dengan pemahaman meditasi Kristen. Sebagai gantinya, di akhir dari bukunya ini Foster menyodorkan sejumlah harta karun tulisan klasik mengenai meditasi Kristen, dari zaman ke zaman.

Tantangan yang kedua adalah kita tidak bisa memahami sepenuhnya apa itu meditasi tanpa mempraktikkannya. Meditasi adalah satu praktik spiritual yang tak mungkin terangkum secara memadai dalam kata. Foster mengutip Thomas Merton, mengatakan, “Anda tidak bisa belajar meditasi dari buku. Anda harus melakukannya.”

Di zaman Generasi C yang serba terhubung ini, memutuskan hubungan dengan dunia sekitar agar kita bisa terhubung semakin intim bisa jadi satu permintaan yang terlalu berat untuk dipenuhi banyak orang. Tetapi, tanpa keintiman ini, tanpa sebuah quality time, hubungan macam apa yang kita miliki dengan Allah? Masa pra-Paskah ini bisa kita jadikan momentum untuk membangun disiplin rohani, melakukan spiritual check up atas spiritualitas kita, memperkokoh kembali hubungan kita dengan Allah.

Kita menyukai hal-hal yang spektakuler – guruh, halilintar, tiang api. Tetapi, seperti dalam pengalaman Elia, kita melihat bahwa Tuhan tidak bicara dalam angin besar dan kuat yang membelah gunung-gunung dan membelah bukit-bukit batu; Tuhan tidak bicara dalam gempa; Tuhan juga tidak bicara dalam api. Kepada Elia, Tuhan datang dalam angin sepoi-sepoi basah. Dalam keheningan kita berjumpa dengan Tuhan. Itulah tempat perlindungan bagi jiwa kita – sebuah sanctuary of the soul. Bukan tempat, bukan waktu, tetapi hubungan. Ya, hubungan yang intim dengan Allah.

Catatan: Artikel ini adalah artikel refleksif dan tidak dimaksudkan sebagai resensi buku. Buku Sanctuary of the Soul saya baca dalam edisi bahasa Indonesia, terbitan Perkantas Jatim. Walaupun buku karya Foster ini adalah buku yang baik, namun edisi terjemahannya ini mengandung kesalahan pengejaan, kealpaan pengeditan, dan masalah penerjemahan yang jumlahnya lebih banyak daripada jumlah halaman buku ini sendiri. Jika memungkinkan, saya menyarankan Anda membaca buku aslinya. Saya berharap di waktu mendatang buku ini akan diterjemahkan ulang seutuhnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s